TARI KREASI JARAN NDUT SEBUAH GARAPAN KOLABORASI BUDAYA BALI DAN SASAK-LOMBOK
Kata Kunci:
Tari Kreasi, Jaran Ndut, PKB 2017, HSM, NTBAbstrak
Memasuki abad ke XX perkembangan seni tari di Bali mengalami perubahan penting mengenai tumbuhnya bentuk tarian di tengah-tengah masyarakatnya. Tarian tradisi klasik yang muncul sebelumnya lambat laun tersaingi dengan munculnya berbagai garapan baru kekebyaran. Sebutan tarian kekebyaran karena jenis tarian tersebut diiringi oleh barungan gamelan Bali gong kebyar yang awalnya muncul di Bali Utara yakni di Buleleng era 1930-an. Nuansa baru yang muncul kemudian mendapat tanggapan positif dari berbagai kalangan seniman tari khususnya, terbukti setelah dekade selanjutnya banyak muncul garapan baru karena mampu memberi angin segar kepada pencipta-pencipta tarian kekebyaran saat itu karena dianggap lebih bebas dapat mengekspresikan ide-ide kekaryaan mereka. Pan Wandres, Gede Manik, I Kaler, I Mario, merupakan tokoh seniman mumpuni dengan kualitas karya seninya yang mampu lestari hingga kini. Hasil garapannya diantara sekian yang muncul seperti tari Trunajaya, Margapati, Panji Semirang, Wiranata, Oleg Tambulilingan, Kebyar Duduk, Kebyar Terompong, dan lainnya. Tonggak emas kemunculan dan berkembangnya tarian kekebyaran semakin meluas dibarengi dengan pembinaan-pembinaan oleh seniman tersebut di atas keberbagai daerah di Bali dan sampai luar Bali, salah satunya ke pulau Lombok. Ide-ide, struktur kekaryaan mereka menjadi acuan tersendiri bagi seniman tari Bali, dan hingga kini menjadi pola-pola pijakan dalam penciptaan karya seni tari khususnya. Tari kreasi ini terinsfirasi dari karya-karya sebelumnya, dan penciptaan tari kreasi Jaran Ndut menggunakan metode eksplorasi, improvisasi, dan forming.




