EKSPLORASI SENI PERTUNJUKAN DI KAWASAN AGROWISATA JERUK NAGARI SETARA NANGGALO
Kata Kunci:
Setara Nanggalo, Orange Agrotouris, Oranges to syrup, RandaiAbstrak
Nagari Setara Nanggalo memiliki wilayah geografis yang berbukit-bukit. Memiliki 137.903 hektar sawah dan 187 hektar agrowisata jeruk. Lahan pertanian tersebut telah digarap selama 10 tahun, sebelum diresmikannya kawasan wisata terpadu Mandeh pada tahun 2015. Namun, sejak tahun 2019 hasil jeruk mengalami penurunan karena banyak yang rusak. Para petani selain mengolah sawah dan sawah juga berperan sebagai pelaku seni pertunjukan tradisional. Solusi yang ditawarkan melalui PPNB adalah mengkolaborasikan Agrowisata dengan Seni Pertunjukan yang bertujuan untuk menjangkau destinasi wisata baru. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA). Merupakan metode penelitian tindakan yang dikembangkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Masyarakat berperan aktif dalam mencari dan memecahkan masalah melalui kelompok atau Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan tokoh nagari/adat termasuk ibu-ibu PKK, pemuda, dan kelompok tani yang peduli dengan agrowisata. Potensi seni pertunjukan yang ada tidak hanya sebagai penggembira agrowisata tetapi juga sebagai paket wisata dalam mewujudkan terciptanya destinasi wisata baru. Hasil penyuluhan dan pelatihan PPNB: (1) Kelompok tani, 100% mendapatkan pengetahuan dan keterampilan pembuatan kompos serta cara pemanfaatannya, sehingga hasil panen meningkat. (2) Kelompok pemuda, 100% mampu dan terampil mengemas wisata seni dari potensi Randai di Nagari. (3) Kelompok ibu PKK memiliki keterampilan 100% mengolah jeruk menjadi sirup yang dapat dijadikan industri rumah tangga.




